Sepuluh Keluarga Asal Lamongan Siap Pindah ke Jambi

Sepuluh Keluarga Asal Lamongan Siap Pindah ke Jambi

Sepuluh Keluarga Asal Lamongan Siap Pindah ke Jambi

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali melaksanakan program transmigrasi pada tahun 2008. Kali ini, sebanyak 10 keluarga dari beberapa kecamatan di wilayah Lamongan dijadwalkan akan berpindah ke Provinsi Jambi, tepatnya di Kecamatan Kumpeh Ilir, Kota Muara Jambi.

Sepuluh Keluarga Asal Lamongan Siap Pindah ke Jambi

Keluarga-keluarga yang terpilih berasal dari Kecamatan Sukodadi, Modo, Turi, dan Sambeng. Mereka tengah menjalani berbagai persiapan administrasi dan pembekalan sebelum keberangkatan yang direncanakan berlangsung pada bulan November mendatang.

Mendukung Pemerataan Pembangunan
Program transmigrasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan penduduk dan pembangunan di wilayah luar Jawa. Kabupaten Lamongan sendiri sudah rutin berpartisipasi dalam kegiatan transmigrasi sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa keluarga-keluarga yang diberangkatkan sudah melalui proses seleksi dan pembinaan. “Mereka sudah mendapatkan pelatihan dasar, seperti keterampilan bertani, pemahaman mengenai budaya lokal, serta informasi lengkap mengenai lokasi tujuan,” ujarnya.

Fasilitas dan Hak yang Diterima Transmigran
Setiap keluarga transmigran akan memperoleh hak berupa lahan tempat tinggal dan lahan usaha tani, serta rumah sederhana yang telah disiapkan oleh pemerintah. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan bantuan hidup selama masa adaptasi di lokasi baru.

Pemerintah juga menyediakan pendampingan melalui petugas lapangan yang siap membantu proses penyesuaian masyarakat dengan lingkungan baru. “Kami ingin memastikan bahwa para transmigran dapat hidup mandiri dan berkembang di tempat yang baru,” lanjutnya.

Alasan Warga Mengikuti Program Transmigrasi
Beberapa warga yang ikut serta dalam program ini mengaku merasa terbantu dengan adanya transmigrasi. Mereka melihat program ini sebagai jalan keluar dari keterbatasan lahan dan peluang ekonomi yang sempit di daerah asal.

Salah satu calon transmigran dari Kecamatan Modo, Pak Junaedi (38), mengatakan bahwa dirinya dan keluarga sangat antusias menyambut kesempatan ini. “Di kampung halaman, sulit sekali mencari lahan untuk bercocok tanam. Di tempat baru nanti, kami berharap bisa memulai hidup yang lebih baik,” tuturnya.

Senada dengan itu, Bu Siti Rohmah dari Sambeng juga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa ikut serta. “Kami sudah lama ingin pindah, tapi tidak punya biaya. Alhamdulillah, sekarang pemerintah membantu kami,” katanya.

Harapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap para transmigran bisa menjadi perintis keberhasilan di daerah tujuan. Selain meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri, mereka diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah Kumpeh Ilir, Jambi.

Program transmigrasi juga dinilai mampu membangun semangat gotong royong antarwarga, baik dari daerah asal maupun di lokasi tujuan. Selain itu, hubungan antardaerah di Indonesia dapat semakin kuat dan harmonis melalui pertukaran budaya serta nilai-nilai sosial.

Penutup
Program transmigrasi tahun 2008 ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendukung langkah-langkah pembangunan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri. Dengan keberangkatan 10 keluarga ini, diharapkan mereka dapat menjadi contoh sukses integrasi masyarakat Jawa di tanah Sumatera.

Kesiapan dan semangat para calon transmigran menunjukkan bahwa harapan akan kehidupan yang lebih baik masih sangat kuat di tengah masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah pun terus memperkuat dukungan agar program transmigrasi tetap relevan dan memberikan dampak positif yang luas bagi bangsa Indonesia.