Proyek Dana Desa di Batang Sangir Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Dana Desa di Batang Sangir Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Dana Desa di Batang Sangir Dikerjakan Asal Jadi

Batang Sangir, Sumatera Barat – Program pembangunan yang bersumber dari Dana Desa di Nagari Batang Sangir menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Alih-alih menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan, pelaksanaan proyek tersebut justru diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh oknum Kepala Desa setempat.

Proyek Dana Desa di Batang Sangir Dikerjakan Asal Jadi

Sejumlah warga mulai mempertanyakan hasil pekerjaan pembangunan fisik yang belum lama ini diselesaikan. Mereka menduga kuat bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak mengacu secara tepat pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis (bestek) yang telah dirancang sebelumnya oleh tim ahli teknis desa.

Hasil Pekerjaan Dinilai Tidak Sesuai Standar
Menurut penuturan salah satu tokoh masyarakat setempat, proyek yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang kini justru terkesan hanya dikerjakan untuk memenuhi formalitas. “Kalau dilihat secara kasat mata, banyak item pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam RAB. Ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Dugaan ketidaksesuaian tersebut terlihat dari kualitas bahan yang digunakan hingga cara pengerjaannya yang terkesan tergesa-gesa. Bahkan ada bagian proyek yang sudah mulai mengalami kerusakan meskipun baru beberapa bulan selesai dibangun.

Rencana Teknis Diabaikan

Seorang narasumber internal yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa proyek tersebut sejatinya telah dirancang dengan melibatkan tenaga ahli teknis dari pendamping desa. Perencanaan sudah ditetapkan sesuai prosedur, lengkap dengan gambar kerja, spesifikasi, dan estimasi biaya.

Namun, pada saat eksekusi di lapangan, hasilnya jauh dari yang diharapkan. “RAB dan bestek seperti hanya jadi formalitas saja. Di lapangan, implementasinya sangat berbeda,” ungkapnya.

Hal ini menimbulkan dugaan bahwa proses pengerjaan proyek lebih didasarkan pada keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan arahan teknis dari tenaga ahli yang sudah ditunjuk.

Warga Harapkan Transparansi dan Evaluasi
Warga Batang Sangir berharap pemerintah kabupaten atau instansi terkait dapat segera turun tangan untuk mengevaluasi hasil pekerjaan dan melakukan audit menyeluruh. Transparansi anggaran dan proses pengerjaan harus dibuka ke publik agar tidak memunculkan spekulasi negatif yang lebih luas.

“Sebaiknya ada audit dari inspektorat atau BPK. Dana Desa itu uang rakyat, harus dipergunakan dengan benar dan transparan,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi pembangunan.

Pengawasan Harus Diperketat
Kasus serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah pedesaan yang mendapatkan alokasi Dana Desa. Minimnya pengawasan serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan menjadi celah yang bisa dimanfaatkan untuk tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Pengamat kebijakan publik menyarankan agar mekanisme pelibatan masyarakat dalam pengawasan proyek desa ditingkatkan. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga serah terima pekerjaan, masyarakat harus dilibatkan secara aktif.

“Jangan sampai Dana Desa yang jumlahnya besar itu justru menjadi sumber masalah. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus tegas terhadap segala bentuk penyimpangan,” kata pengamat tersebut.

Upaya Konfirmasi Terhadap Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Batang Sangir belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian proyek dengan dokumen RAB dan bestek. Beberapa kali upaya konfirmasi kepada Kepala Desa masih belum membuahkan hasil.

Namun, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis desa berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi memastikan bahwa Dana Desa benar-benar digunakan sesuai tujuan dan peraturan yang berlaku.

Kesimpulan
Kualitas pembangunan infrastruktur di pedesaan, khususnya yang dibiayai oleh Dana Desa, perlu mendapatkan perhatian serius. Dugaan pengerjaan asal-asalan seperti yang terjadi di Batang Sangir menjadi pengingat penting bahwa transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan harus selalu dijaga agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Jika terbukti ada penyimpangan, tindakan tegas perlu diambil. Masyarakat juga diimbau untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek desa yang menggunakan anggaran negara.